Dampak Resesi Bagi UMKM

Akhir-akhir ini media sosial dihebohkan dengan istilah ‘resesi’ bahkan tak sedikit yang mengungkapkan rasa takutnya menghadapi tahun 2023 khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pebisnis mulai berspekulasi mengenai dampak resesi terhadap UMKM. International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional mengungkapkan jika beberapa negara di dunia seperti Eropa, Amerika Serikat, dan China akan menghadapi perlambatan ekonomi dan diperkirakan akan mengalami resesi 2023. Jadi, sebenarnya apa itu resesi dan bagaimana dampak resesi terhadap bisnis UMKM? Mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Pengertian Resesi dan Dampak Resesi

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi ekonomi adalah kondisi dimana perekonomian suatu negara mengalami penurunan berdasarkan dari produk domestik bruto (PDB), jumlah pengangguran, maupun pertumbuhan ekonomi yang bernilai negatif selama dua kuartal berturut-turut.

PDB adalah kegiatan ekonomi pada suatu negara selama satu periode dan apabila negara tersebut mengalami penurunan aktivitas ekonomi secara terus-menerus selama dua periode, maka negara tersebut mengalami resesi.

Dampak Resesi Bagi UMKM

1. Biaya Produksi Meningkat

Dampak Resesi Bagi UMKM

Dampak resesi yang pertama adalah kenaikan harga produksi. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor seperti inflasi atau penurunan pasokan sehingga menyebabkan naiknya harga bahan baku. Kenaikan bahan baku kemudian mengakibatkan tingginya biaya produksi. Pada sektor bisnis manufaktur, hal yang paling dirasakan saat resesi adalah meningkatnya harga produksi. Kenaikan harga produksi ini tentunya akan mengguncang UMKM yang bermodal kecil.

2. Minat Beli Masyarakat Menurun

Dampak resesi bagi umkm

Dampak resesi yang lain yaitu menurunnya minat beli dari masyarakat. Hal ini karena selama resesi, konsumen cenderung lebih sensitif terhadap harga dan akhirnya mencari produk dengan harga yang lebih terjangkau. Dampak ini sangat dirasakan oleh UMKM dan menyebabkan produk menjadi sulit terjual. Hal ini akhirnya juga memaksa UMKM untuk menahan kenaikan harga produk untuk dapat tetap bersaing meskipun mereka menghadapi kenaikan biaay produksi.

3. Meningkatnya Suku Bunga

Dampak resesi bagi umkm

Dalam menjalankan usahanya, UMKM membutuhkan pendanaan melalui kredit. Sedangkan resesi ekonomi mengakibatkan tingkat suku bunga bank meningkat, rupiah ditarik, dan berujung pada inflasi. Apabila suku bunga yang ditetapkan tinggi, maka pelaku UMKM sulit untuk mengajukan pinjaman. Hal ini kemudian berdampak pada keberlangsungan UMKM dan tidak menutup kemungkinan UMKM akan bangkrut.

4. Adanya Pengurangan Pekerja

Dampak resesi bagi umkm

Adanya pengurangan pekerja ini merupakan efek domino dari dampak yang telah disebutkan di atas. Akibat dari harga produksi yang terus meningkat dan produk yang sulit terjual, UMKM mulai kehilangan sumber pendapatan. Strategi perusahaan untuk menekan biaya operasional adalah dengan melakukan pengurangan pekerja. Sebagian UMKM mulai mengambil langkah ini untuk menyelamatkan bisnis. 

5. Arus Kas Tidak Stabil

Dampak resesi bagi umkm

Dampak lain dari resesi yaitu arus kas UMKM mulai tidak stabil. Tidak stabilnya arus kas merupakan efek domino dari hal yang telah disebutkan di atas. Hal ini juga dikarenakan pengeluaran untuk operasional lebih besar dibandingkan dengan keuntungan yang didapatkan. UMKM harus mencari cara untuk memperbesar pemasukan dan mulai menabung serta menyisihkan dana untuk kebutuhan darurat.

Solusi Terhindar Dari Dampak Resesi

Setelah membaca artikel di atas, kamu bisa melakukan evaluasi terhadap kondisi keuangan perusahaan kamu saat ini dan memastikan kamu sudah mengelola arus keuangan bisnis kamu dengan baik sehingga dapat terhindar dari dampak resesi.

Jangan lupa untuk membuat laporan keuangan agar bisnis kamu dapat terus berinovasi. Pastikan laporan keuangan kamu tidak berantakan agar mudah untuk melakukan evaluasi dan analisis kinerja bisnis. Kamu tidak punya latar belakang akuntansi? Tidak perlu khawatir karena sekarang ada layanan software akuntansi dari Simple Accounting! Software akuntansi berbasis web ini murah, mudah digunakan, dan pastinya sudah sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan. Software akuntansi membantu kamu memantau dan mengontrol arus kas agar bisnis kamu bisa terus berkembang.

Share :

Artikel yang lain

Open chat
Hallo
Ada yang ini di tanyakan ?