Ekonomi syariah semakin berkembang khususnya sejak periode 1990 ke atas. Hal ini ditandai dengan hadirnya perbankan syariah yang dimulai dengan kehadiran Bank Muamalat yang kemudian hari diikuti oleh hampir semua perbankan konvensional memiliki unit bisnis syariah baik dalam satu induk maupun menjadi perusahaan yang terpisah.   Di kemudian hari seiring kebijakan mengenai keuangan syariah, maka sistem keuangan konvensional dan syariah harus terpisah dalam pengelolaan maupun manajemen perusahaan. Sejak saat itulah publik tanah air mengenal hadirnya beberapa pilihan bank syariah seperti Bank Mandiri Syariah, Bank BNI Syariah, Permata Syariah, BRI Syariah, Bank Mega Syariah dan masih banyak lagi yang lainnya. Sejarah Singkat Bank Syariah   SistemSelanjutnya

Menikmati Korupsi (Sumber) APA yang tidak dikorupsi di Indonesia? Pertanyaan ini bakal lebih sulit dijawab dibandingkan dengan pertanyaan ”apa yang dapat dikorupsi di negeri kita ini”. Saya coba Google, mengetikkan frasa ”korupsi di bidang pendidikan”. Hanya perlu 0,42 detik, situs pencari ini me­ngeluarkan 462.000 hasil, mulai dari pembahasan soal korupsi hingga kasus-kasus korupsi. Dalam daftar itu, ada berita di akhir 2016, bersumber dari Indonesia Corruption Watch (ICW) yang mengumumkan hasil temuan korupsi di bidang pendidikan, dalam kurun 2006-2015, mencapai Rp 1,3 triliun. Angka itu tentu saja bukan seluruh kerugian, melainkan hanya dari penanganan 425 kasus dan melibatkan 618 tersangka yang ketahuan. Saya tikkan lagi frasaSelanjutnya

-Banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akhir-akhir ini diakui oleh pengusaha nasional. Pengusaha terpaksa melakukan PHK karena perlambatan perekonomian nasional yang tak kunjung membaik. Pendapatan para pengusaha juga terus merosot karena pasar yang lesu, sementara biaya produksi terus meningkat akibat terus melemahnya kurs rupiah. “PHK sulit dibendung selama perekonomian masih turun. Biaya produksi kita melonjak sementara buyer terus turun,” kata Sekretaris Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Suryadi Sasmita, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (28/9/2015). Menurut perkiraan Apindo, beban industri secara umum naik sekitar 20% akibat kenaikan harga bahan baku impor. Bahan baku impor semakin mahal karena kenaikan kurs dolar yang sudah tembus di atas Rp 14.600.Selanjutnya

Harga minyak berpeluang kembali jatuh lebih dalam pada pekan depan seiring potensi peningkatan pasokan minyak di Amerika Serikat. Pasalnya, penyuling minyak Negeri Paman Sam mulai menutup kilangnya untuk perawatan pada pekan depan. Pada perdagangan hari ini sampai pukul 15:21 WIB, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 1,14% menjadi US$45,42 per barel, sedangkan harga minyak Brent naik 0,62% menjadi US$48,47 per barel. Hong Sung Ki, analis komoditas Samsung Futures Inc., mengatakan sepanjang bulan ini volatilitas harga minyak sangat tinggi tapi tanpa arah yang jelas. Harga hanya bergerak dikisaran US$45 sebagai sinyal pasar tengah menunggu sesuatu. “Tampaknya pasar tengah menunggu dampak dari penutupan penyulingan kepada peningkatanSelanjutnya