Perbedaan Accrual Basic dan Cash Basic dalam Penyusunan Laporan Keuangan

The accounting team is using the calculator in the office.

Setiap organisasi seperti lembaga atau perusahaan pasti selalu melakukan pencatatan akuntansi melalui penyusunan laporan keuangan setiap akhir periode akuntansi.

Dalam penyusunan laporan keuangan terdapat dua metode pencatatan di antaranya Accrual Basic atau (Basis Akrual) dan Cash Basic (Basis Kas). Kedua metode tersebut terdapat beberapa perbedaan yang memiliki caranya masing-masing.

Pada tahun 2015, Indonesia mulai menerapkan metode Accrual Basic dalam penyusunan laporan keuangan Negara. Catatan laporan keuangan itu dimulai dengan anggaran per 2015. Indonesia menerapkan metode tersebut dengan catatan agar terdapat perubahan fundamental dalam penyusunan laporan keuangan entitas pengelola keuangan Negara. Di sinilah kita akan mengetahui perbedaan yang sangat mencolok antara Accrual Basic dengan Cash Basic.

Acrrual Basic

Accrual basic pada dasarnya merupakan metode akuntansi di mana penerimaan dan pengeluaran dicatat ketika transaksi terjadi. Sehingga pencatatan dalam metode ini tidak terpengaruh oleh waktu ketika kas diterima dan kapan pengeluaran dilakukan. Ketika terdapat keuangan yang penting dan perlu dicatat, maka akan langsung dicatat. Hal ini dikarenakan transaksi tersebut memiliki implikasi pada transaksi baik pengeluaran maupun pemasukan. Transaksi dalam metode ini akan langsung dicatat, walaupun belum benar-benar terjadi pengeluaran atau pemasukan. Sehingga, metode ini dapat digunakan untuk pengukuran asset, kewajiban, dan ekuitas dana.

Accrual basic juga memiliki acuan konsep pada dua hal yaitu pengakuan pendapatan dan pengakuan biaya.

  • Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan adalah ketika entitas mempunyai hak melakukan penagihan dari hasil kegiatannya. Dalam accrual basic, mengenai waktu kas benar-benar diterima menjadi hal yang kurang penting. Sehingga, dalam accrual basic akan muncul estimasi piutang tak tertagih, karena penghasilan sudah diauki padahal kas belum diterima.

  • Pengakuan Biaya

Pengakuan biaya dilakukan ketika kewajiban membayar sudah terjadi. Hal ini akan menyebabkan terjadinya ketika kewajiban membayar sudah terjadi, sehingga titik ini dapat dianggap sebagai titik awal adanya biaya walaupun biaya tersebut belum dibayar.

Pada accrual basic, perusahaan harus menerapkan sistem alokasi yang mana, jika beban biaya untuk mendapatkan penghasilan pada periode tahun buku yang dilaporkan yang belum dibayar juga harus diperhitungkan. Hal ini dikarenakan, memang sudah menjadi hak dan kewajiban pada entitas perusahaan.

Laporan keuangan yang menggunakan model accrual basic, mampu memberikan informasi kepada pemakai bukan hanya pada transaksi pengeluaran dan penerimaan masa lalu saja, melainkan juga berkewajiban melibatkan pembayaran kas di masa depan juga sumber daya yang mempresentasikan kas yang akan diterima nantinya. Sehingga, laporan keuangan tersebut akan menyediakan jenis informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi pemakai untuk mengambil keputusan manajemen keuangan perusahaan.

Sama halnya dengan penerimaan pajak, ketika uang masuk dicatat itu sudah menjadi bagian dari penerimaan. Namun, hal ini terdapat tantangannya yaitu ketika dicatat maka penerimaan belum tentu terdapat tunai. Dengan kata lain, bahwa accrual basic merupakan model pencatatan yang mampu menyelesaikan konteks piutang pajak dan segala macam.

Permasalahannya adalah bahwa nanti aka nada pemikiran yang diimplementasikan kepada perubahan mindset. Hal ini disebabkan karena ketika penerimaan dicatat namun belum terdapat uang tunainya, namun sudah terdapat hak untuk mendapatkan tunai.

Sedangkan dalam konteks pembelanjaan, pada model accrual basic terdapat suatu kontrak yang harus dibayar hari ini, sehingga model ini dapat memberikan kewajiban pembayaran yang sudah muncul harus dicatat. Dampak positifnya adalah adanya transparansi terhadap stakeholder pemerintah dan publik. Maka, hak dan kewajiban akan dicatat secara transparan dan tepat.

Kelebihan Accrual Basic

  1. Metode ini dapat digunakan untuk pengukuran asset, kewajiban, dan ekuitas dana.
  2. Beban diakui ketika terjadi transaksi, sehingga informasi yang diberikan lebih akurat dan terpercaya.
  3. Pendapatan diakui ketika transaksi, sehingga informasi lebih akurat dan terpercaya walaupun uang belum diterima.
  4. Banyak digunakan oleh beberapa perusahaan besar yang sesuai dengan Standart Akuntansi keuangan yang mengharuskan suatu perusahaan untuk menggunakan model accrual basic.
  5. Piutang yang tidak tertagih tidak akan dihapus secara langsung, tetapi akan dihitung ke dalam estimasi piutang tak tertagih.
  6. Setiap transaksi akan dicatat ke dalam masing-masing jenis atau spesifikasi akun sesuai dengan jenis transaksi yang terjadi.
  7. Adanya peningkatan pendapatan karena uang yang belum diterima dapat diakui sebagai pendapatan.
  8. Laporan keuangan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pengelolaan manajemen dalam menentukan kebijakan entitas perusahaan.
  9. Dapat membentuk cadangan untuk kas yang tidak tertagih, sehingga mampu mengurangi resiko kerugian.

Kelemahan Accrual Basic

  1. Biaya yang belum dibayar secara tunai, maka akan dicatat secara efektif sebagai biaya sehingga mampu mengurangi pendapatan
  2. Adanya resiko pendapatan yang tak tertagih, maka dapat mengurangi pendapatan
  3. Adanya pembentukan cadangan yang mampu mengurangi pendapatan.
  4. Entitas tidak mempunyai perkiraan yang tepat kapan kas yang belum dibayarkan oleh pihak lain dapat diterima.

Tujuan Accrual Basic

  1. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas seperti pelanggaran, akuntansi, dan pelaporan
  2. Mengendalikan penyajian fiscal dan manejemen asset
  3. Meningkatkan akuntabilitas dalam program penyediaan barang dan jasa oleh pemerintah
  4. Informasi yang lebih lengkap bagi pemerintah dapat mempermudah untuk mengambil keputusan
  5. Mereformasi sistem anggaran belanja
  6. Transparansi yang lebih baik atas biaya pelayanan yang dilakukan pemerintah

Contoh Aplikasinya

Pada 1 Mei 2017, perusahaan A membayar sewa ruangan 25 juta rupiah untuk dua bulan sewa. Dalam pencatatannya, ditulis:

1 Mei 2017

Sewa dibayar dimuka           : Rp 25.000.000,-

Kas                                         : Rp 25.000.000,-

Hal ini dapat dilihat bahwa accrual basic, pada pembayaran yang dilakukan terhadap sewa gedung tersebut dengan nominal 25 juta rupiah tidak dikategorikan sebagai beban. Pengeluaran tersebut dianggap masih bagian dari harta atau asset perusahaan.

Hal ini dikarenakan perusahaan menerima manfaat dari aktivitas sewa ruang itu walaupun sudah melakukan pembayaran sewa ruangan. Sehingga, perusahaan telah membuat jurnal penyesuaian (adjustment) agar dapat menyesuaikan biaya yang dikeluarkan. Jurnal penyesuaian ini dibuat ketika tutup bulan.

Untuk memudahkan Anda membuat laporan keuangan, Anda dapat mencoba gratis Aplikasi Laporan Keuangan disiniAnda juga dapat mendownload penerapannya disini.

Cash Basic

Cash basic merupakan teknik pencatatan ketika transaksi terjadi di mana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan. Sehingga akuntansi dengan cash basic ini merupakan model akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan peristiwa lainnya ketika kas atau setara kas diterima dan dibayar. Model ini dapat digunakan untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan.

Di dalam model cash basic ini, pembelian aktiva tetap seperti pembangunan geduang harus dianggap sebagai beban pembiayaan pengeluaran. Hal ini mampu menyebabkan tidak adanya alokasi depresiasi selama sisa umur bangunan tersebut dalam penggunaannya.

Jika dikaitkan dengan laba, jika laba hanya diukur melalui transaksi kas, maka perhitungan laba rugi dianggap tidak wajar karena terdapat biaya yang merupakan kewajiban atau hasil atau hak yang belum dicatat.

Cash basic terdapat pendapatan yang diakui ketika kas diterima, sedangkan beban biaya akan diakui ketika kas dibayarkan. Dengan kata lain, bahwa entitas pengelola keuangan Negara telah mencatat beban di dalam transaksi jurnal entry ketika kas dikeluarkan atau dibayarkan dan pendapatan dicatat ketika kas diterima.

Sama halnya dengan accrual basic, bahwa model pencatatan ini juga berpacuan pada konsep dua hal yaitu pengakuan pendapatan dan biaya.

  • Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan pada model cash basic, ketika entitas menerima pembayaran secara cash atau tunai. Kapan munculnya hak untuk menagih, dalam model ini, menjadi kurang penting. Sehingga dalam cash basic akan muncul metode penghapusan piutang secara langsung dan tidak aka nada estimasi piutang tak tertagih.

  • Pengakuan Biaya

Pengakuan biaya pada model cash basic, akan terjadi pengakuan ketika sudah adanya pembayaran secara tunai. Hal ini akan menyebabkan ketika sudah terjadi pembayaran, maka biaya dapat diakui pada saat itu juga.

Kelebihan Cash Basic

  1. Merupakan metode pencatatan akuntansi untuk pencatatan pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan lain.
  2. Biaya belum dapat diakui sebagai pembayaran sampai adanya pembayaran secara tunai walaupun biaya telah terjadi, sehingga tidak menyebabkan pengurangan dalam perhitungan pendapatan
  3. Pendapatan akan diakui ketika uang diterima, sehingga benar-benar akurat dalam pencatatan
  4. Penerimaan kas diakui sebagai pendapatan
  5. Laporan keuangan yang disajikan mencerminkan posisi keuangan yang ada
  6. Tidak memerlukan entitas atau perusahaan untuk membuat cadangan kas yang belum tertagih

Kelemahan Cash Basic

  1. Tidak mencerminkan besarnya kas yang tersedia
  2. Dapat menurunkan pendapatan bank, karena adanya pengakuan pendapatan sampai diterimanya kas
  3. Akan ada penghapusan piutang secara langsung dan tidak mengenal adanya estimasi piutang tak tertagih
  4. Model pencatatan ini biasanya digunakan oleh perusahaan relative kecil seperti took, warung, pedagang, dan lain-lain
  5. Setiap pengeluaran kas diakui sebagai beban
  6. Sulit bertransaksi yang tertunda pembayarannya, karena pencatatan dilakukan ketika kas mmasuk atau keluar
  7. Pihak manajemen kesusahan dalam menentukan suatu kebijakan ke depannya, karena menunggu dan berpacu pada kas.

Contoh Aplikasinya

Pada 1 Mei 2017, perusahaan A telah membayar sewa ruangan sebesar 25 juta rupiah untuk 2 bulan sewa. Dalam pencatatannya akan ditulis:

1 Mei 2017

Beban Sewa   : Rp 25.000.000,-

Kas                 : Rp 25.000.000,-

Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa dalam cash basic, setiap transaksi akan dicatat berdasarkan jumlah nominal yang diterimanya.

Kesimpulan

Marwanto Harjowirtono sebagai Dirjen Perbendaharaan pada tahun 2015, pernah menyampaikan bahwa accrual basic dapat menimbulkan penerimaan Negara yang akan dicatat ketika Negara memiliki hak penerimaan, sehingga pembelanjaan Negara dicatat ketika pemerintah sudah berkewajiban untuk membayar.

Dalam accrual basic, selain mencatat transaksi pengeluaran dan penerimaan kas, juga mencatat jumlah hutang dan piutang, sehingga akuntansi accrual basic telah mampu memberikan gambaran yang lebih akurat dengan apa yang terjadi pada keuangan organisasi daripada Cash Basic. Dengan kata lain, bahwa accrual basic merupakan pencatatan yang lebih kompleks daripada cash basic, karena accrual basic juga mendukung penggunaan anggaran sebagai teknik pengendalian.

Pada cash basic, pencatatan penerimaan uang dilakukan ketika menerima, dan pencatatan balanja akan dicatat ketika uang keluar. Sedangkan pada accrual basic, penerimaan Negara tercatat ketika Negara memiliki hak penerimaan dan pembelanjaan akan dicatat ketika pemerintah memang sudah berkewajiban untuk membayar.

Sumber:

Keuangan.co

Warta BPK 2015

Kompasiana.com

Accrual basic merupakan metode akuntansi di mana penerimaan dan pengeluaran dicatat ketika transaksi terjadi. Cash basic ialah teknik pencatatan ketika transaksi terjadi di mana uang benar-benar diterima atau dikeluarkan.